Mengenal Incoterm dalam Perdagangan Internasional

Mengenal Incoterm dalam Perdagangan Internasional

Perdagangan internasional merupakan salah satu ranah yang begitu luas cakupannya. Melibatkan banyak user di dalamnya, terkadang ada banyak aturan yang harus dipahami sebelum anda memulai bisnis anda di kancah satu ini. Aturan-aturan ini sudah tentu ditetapkan agar segala sesuatu yang berhubungan dengan perdagangan bisa berjalan dengan lancar dan tidak terhalang oleh kendala.

Peranan ICC dalam Menciptakan INCOTERM
Sehubungan dengan hal ini, berbagai negara di dunia kemudian membentuk sebuah organisasi internasional yang bertugas untuk mengawasi kebijakan dan aturan perdagangan lintas negara.

Salah satu organisasi dagang ini adalah International Chamber of Commerce (ICC) atau Kamar Dagang Internasional dalam Bahasa Indonesia. Ada banyak sekali tugas yang diemban oleh organisasi pemantauan perdagangan dunia yang kita sebut ini.

Salah satu tugas paling penting dari organisasi nirlaba satu ini adalah melakukan promosi dan dukungan terhadap segala hal yang berkaitan dengan perdagangan global. Oraganisasi seperti ICC ini juga memiliki peran sebagai jembatan atau wakil dari setiap pelaku bisnis dunia yang berada dalam cakupan globalisasi. ICC ini juga memiliki anggota di dalamnya. Indonesia merupakan salah satu negara yang menjadi anggota Kamar Dagang Internasional ini.

Agar proses perdagangan berlangsung secara efektif dan efisien, setiap Kamar Dagang Internasional ini kemudian membuat standarisasi perdagangan internasional yang dijadikan acuan oleh para negara yang menjadi anggotanya. Hal ini pula yang memunculkan istilah Incoterm dalam perdagangan internasional. Pernahkah anda mendengar istilah satu ini?

Pengertian INCOTERM dalam Perdagangan Internasional
INCOTERM merupakan singkatan dari International Commercial Terms. Secara etimologi ketiga kata ini memiliki pengertian sebagai berikut :

International berarti internasional atau antar negara.

Commercial berarti perdagangan atau berhubungan dengan perdagangan.

Terms merupakan bentuk jamak dari Term yang berarti Istilah-istilah.

Secara harfiah, International Commercial Terms bisa diartikan sebagai sekumpulan istilah penting yang sengaja dibuat oleh para anggota dagang untuk menyamakan pengertian agar tidak terjadi kesalahan maksud antara penjual dan pembeli.

Incoterms ini mencakup banyak hal yang berkaitan dengan jual beli internasional dari mulai pertanggungjawaban proses exim, pengiriman barang, penanggung biaya dan berbagai hal lain yang tidak kalah penting.

Alasan Dibuatnya INCOTERM Oleh ICC
Ada alasan yang mendasari kenapa INCOTERM dibuat. Seperti yang sudah kita bahas, istilah satu ini dibuat agar tidak terjadi kesalahan atau misunderstanding dalam proses perdagangan yang dilakukan oleh penjual dan pembeli. Tapi tentu saja ini bukan pemicu utama yang membuat ICC menciptakan incoterm.

Alasan utama kenapa incoterm diciptakan adalah perbedaan bahasa yang ada di dunia ini. Seperti anda ketahui, setiap negara sudah tentu memiliki bahasa kebangsaannya masing-masing. Dalam hal ini dibutuhkan sebuah media penyampaian yang senada dan mudah dipahami oleh berbagai pihak. Karena itulah Incoterm ini diciptakan. Keberadaan Incoterm ini kemudian menjadi salah satu sarana bagi para international trader untuk melakukan perdagangan dengan lebih mudah.

Karenanya dari 31 bahasa terjemahan resmi yang ada di dunia ini, Incoterm diinterpretasikan dalam Bahasa Inggris karena satu ini digunakan oleh mayoritas negara di dunia. Incoterm ini sendiri kemudian membuat proses perdagangan menjadi lebih efektif dan efisien karena istilah istilah yang termaktub di dalamnya merupakan representasi dari sebuah proses, tokoh, keputusan dan berbagai aspek penting lain yang berkaitan dengan perdagangan di ranah internasional.

Incoterm ini sendiri terus mengalami perbaikan dari waktu ke waktu agar menghasilkan istilah baru yang jauh lebih memudahkan. Karenanya Incoterm ini merupakan salah satu aspek yang wajib dipahami oleh mereka yang terjun ke dalam ranah perdagangan internasional. Jika kita bicara kelas perusahaan, Incoterm ini biasanya wajib dikuasai oleh mereka yang ada pada divisi ekspor impor (EXIM).

Jika seorang Exim Officer tidak memahami incoterm, akan sangat banyak kendala yang mungkin dia hadapi saat melangsungkan pekerjaan. Ada banyak jasa forwarding Jakarta yang menerapkan metode satu ini sebagai standar penerimaan karyawan di tempatnya.

alt text

Versi Incoterm yang Pernah Dibuat
Sejauh ini Incoterm baru diperbarui sebanyak satu kali saja semenjak pertama kali dibuat pada tahun 2000-an dan kemudian baru diperbarui 10 tahun kemudian pada tahun 2010. Incoterm yang muncul pada tahun 2000 seringkali disebut Incoterm 2000 dan berisikan 13 Istilah. Inilah daftar Incoterm 2000 yang harus anda ketahui :

Delivered at Frontier (DAF)

Delivered Ex Ship (DES)

Delivered Ex Quay (DEQ)

Delivered Duty Unpaid (DDU)

EXW - Ex Works (nama tempat penyerahan)

FCA - Free Carrier (nama tempat penyerahan)

CPT - Carriage Paid To (nama tempat tujuan)

CIP - Carriage and Insurance Paid to (nama tempat tujuan)

DDP - Delivered Duty Paid (nama tempat tujuan)

FAS - Free Alongside Ship (nama pelabuhan keberangkatan)

FOB - Free On Board (nama pelabuhan keberangkatan)

CFR - Cost and Freight (nama pelabuhan tujuan)

CIF - Cost, Insurance and Freight, (nama pelabuhan tujuan)

Kemudian pada tahun 2010 terjadi revisi terhadap Incoterm 2000. Jika anda melihat pada daftar di atas, nomor 1 hingga nomor 4 dihilangkan dan hanya menjadi dua istilah baru saja yakni Delivered at Terminal (DAT) dan Delivered at Place (DAP). Dengan demikian hanya ada 11 istilah di dalam Incoterm 2010 yang bisa anda lihat pada daftar di bawah ini.

Delivered at Terminal (DAT)

Delivered at Place (DAP)

EXW - Ex Works (nama tempat penyerahan)

FCA - Free Carrier (nama tempat penyerahan)

CPT - Carriage Paid To (nama tempat tujuan)

CIP - Carriage and Insurance Paid to (nama tempat tujuan)

DDP - Delivered Duty Paid (nama tempat tujuan)

Lalu ada 4 istilah yang khusus hanya digunakan untuk pengiriman yang dilakukan melalui jalur laut yakni :

FAS - Free Alongside Ship (nama pelabuhan keberangkatan)

FOB - Free On Board (nama pelabuhan keberangkatan)

CFR - Cost and Freight (nama pelabuhan tujuan)

CIF - Cost, Insurance and Freight, (nama pelabuhan tujuan)

Kesebelas istilah di ataslah yang kemudian digunakan dalam proses perdagangan internasional hingga saat ini.

Pengertian Istilah-Istilah dalam INCOTERMS 2000 dan 2010
Agar memahami incoterm lebih jauh, tentunya akan sangat baik jika anda memahami satu persatu istilah yang ada di dalam Incoterm 2010 ini dengan lebih detail. Jadi jangan hanya mengenal istilahnya saja karena akan sangat berpengaruh jika anda sampai salah dalam menentukan Icoterm apa yang sesuai dalam progres yang sedang anda lakukan. Berikut ini paparannya.

EXW - Ex Works (nama tempat penyerahan)
Jika anda melihat istilah EXW di dalam dokumen perdagangan yang anda lakukan, ini berarti pihak penjual yang akan menentukan dimana barang yang anda beli harus diambil. Terlebih kedepannya anda sebagai pembeli yang harus bertanggung jawab terhadap biaya pengangkutan dan biaya pembongkaran serta biaya lain yang mungkin muncul pada saat perjalanan / pengiriman dilakukan.

FCA - Free Carrier (nama tempat penyerahan)
Yang kedua adalah FCA. Istilah satu ini memiliki arti bahwa pihak penjual nantinya hanya akan bertanggung jawab terhadap perizinan ekspor hingga menyerahkannya ke pada pihak carrier/pengangkut di tempat yang sudah disepakati. Sebagai pembeli, anda hanya akan membayar biaya pengiriman dan tanggung jawab dari penjual akan hangus pada saat anda menerima bawang di pelabuhan tujuan.

CPT - Carriage Paid To (nama tempat tujuan)
Istilah selanjutnya adalah CPT atau singkatan dari Carriage paid To. Jika anda menemukan istilah satu ini dalam dokumen, ini artinya penjual akan menanggu semua biaya yang akan muncul hingga produk yang dikirim sampai pada tujuan. Hanya saja tanggung jawa mereka hanya sampai pada saat barang diserahkan kepada pihak carrier atau pengangkut.

CIP - Carriage and Insurance Paid to (nama tempat tujuan)

Istilah CIP memiliki kemiripan dengan CPT karena di dalamnya pihak yang menjual produk memiliki kewajiban untuk melakukan pembayaran asuransi terhadap barang yang mereka kirim hingga barang tersebut diserahkan kepada pemesan.

DAT – Delivered at Terminal (nama termunal pelabuhan atau tujuan)
Istilah DAT dalam perdagangan internasional memiliki arti bahwa pihak penjual akan melakukan semua permbayaran yang berkaitan dengan biaya pengiriman suatu produk hingga dilakukan pembongkaran di pelabuhan tujuan. Tanggung jawab si penjual akan lepas setelah barang selesai di bongkar di pelabuhan tujuan.

DAP – Delivered at Place (nama tempat tujuan)
Hampir sama dengan DAT, istilah satu ini memiliki arti kalau pihak penjual akan menanggung semua biaya yang muncul hingga barang yang dipesan sampai pada tempat tujuan.

DDP - Delivered Duty Paid (nama tempat tujuan)
Istilah DDP ini bisa dibilang paling spesial karena jika anda menemukan istilah satu ini dalam sebuah dikumen pengiriman barang, artinya pihak penjual akan mengirim barang sampai tujuan dan menanggung semua biaya yang ada di dalamnya termasuk biaya asuransi dan seluruh biaya tambahan lain yang wajib di bayar seperti biaya pajak, cukai, impor dan lain-lain. Izin mendatangkan barang dari pihak pembeli juga akan dibereskan oleh pihak penjual.

FAS - Free Alongside Ship (nama pelabuhan keberangkatan)
Untuk istilah FAS, artinya pihak yang menjual memiliki tanggung jawab hingga produk yagn dipesan oleh pembeli sampai pada pelabuhan keberangkatan dan sudah siap di dekat kapal pengirim untuk dilakukan pemuatan. Biaya lain yang muncul setelahnya akan ditanggung oleh pembeli. Istilah satu ini hanya bisa digunakan dalam pengiriman yang menggunakan transportasi air.

FOB - Free On Board (nama pelabuhan keberangkatan)
Selanjutnya ada FOB. Jika istilah satu ini adalah dalam dokumen pengiriman, maka artinya pihak penjual akan melakukan pengurusan izin ekspor hingga barang yang dipesan dimuat di kapal pengirim. Biaya yang muncul setelahnya wajib ditanggung oleh pihak pembeli.

CFR - Cost and Freight (nama pelabuhan tujuan)
Untuk CFR, artinya pihak penjual akan menaggung semua biaya yang muncul dari tempatnya hingga barang sampai pada pelabuhan pengiriman. Biaya yang muncul setelahnya akan ditanggung oleh pemesan atau pembeli.

CIF - Cost, Insurance and Freight, (nama pelabuhan tujuan)
Hampir sama dengan CFR, istilah CIF ini memungkinkan penjual untuk melakukan semua tanggungjawab hingga barang sampai pelabuhan dan siap dimuat. Hanya saja dalam istilah CIF, pihak penjual wajib membayar asuransi dari barang yang dipesan.

Adapun di bawah ini adalah beberapa istilah INCOTERM 2000 yang sudah dihapus dalam Incoterm 2010.

DAF - Delivered At Frontier (nama tempat)
DAF atau Delivered At Frontier berarti pihak penjual yang akan mengurusi segala hal yang berkaitan dengan perijinan ekspor dan memiliki tanggung jawab hingga barang yang dipesan sampai pada perbatasan negara tujuan. Biaya yang muncul setelahnya seperti misalnya bea cukai dan perizinan impor menjadi tanggungan dari pihak pembeli.

DES Delivered Ex Ship (nama pelabuhan tujuan)
Istilah kedua adalah DES. Istilah satu ini memiliki makna bahwa pihak penjual yang akan bertanggung jawab terhadap segala biaya yang muncul hingga barang sampai pada pelabuhan tujuan dan siap untuk dilakukan pembongkaran. Mengenai perizinan impor, hal tersebut wajib dilakukan oleh pihak pembeli.

DEQ Delivered Ex Quay (nama pelabuhan tujuan)
Untuk istilah satu ini, artinya pihak penjual berkewajiban untuk menanggung semua biaya yang mungkin muncul hingga barang sampai di pelabuhan tujuan dan dibongkar hingga disimpan di dermaga. Pembeli hanya akan menanggun semua biaya yang mungkin muncul dalam perijinan impor.

DDU Delivered Duty Unpaid (nama tempat tujuan)
Terakhir adalah DDU Delivered Duty Unpaid. Jika anda menemukan istilah satu ini di dalam dikumen pengiriman, artinya anda wajib membayar semua biaya yang berkaitan dengan asuransi dan biaya lain yang berkaitan dengan bea cukai, impor, dan pajak serta perijinan impor. Proses pengiriman hingga pelabuhan kedatangan akan ditanggung oleh pihak penjual.

alt text

Konsekuensi Penggunaan Incoterm dalam Perdagangan Internasional
Meski dirasa sangat bermanfaat dalam efisiensi international trading, perlu anda tahu kalau penerapan INCOTERM juga memiliki konsekuensi. Ada beberapa hal yang wajib diperhatikan sebelum anda memulai penggunaan terminologi incoterm ini di dalam proses trading yang anda lakukan. Apalagi jika penggunaan INCOTERM ini termaktub di dalam sales kontrak yang dibuat antara penjual dan pembeli. Berikut ini beberapa konsekuensi dari penggunaan INCOTERM yang wajib anda perhatikan.

Walaupun surat kontrak dalam jual beli memuat kalimat yang lengkap dan jelas, tetap diperlukan semuah metode atau pedoman baku yang menjadi acuan kedua belah pihak bilamana terjadi sengketa di kemudian hari.

Ketentuan terminologi Incoterms yang sudah termaktub secara detail di dalam sebuah surat kontrak akan mengesampingkan semua ketentuan dari Incoterm yang bersifat umum.

Sebuah perjanjian kontrak akan jauh lebih baik jika tidak hanya berpatok pada incoterms saja. Hal ini dikarenakan ada batasan di dalam penggunaan INCOTERM yakni hanya pada persyaratan serah terima barang saja.

Ketentuan dari terms of delivery yang ada pada INCOTERMS tidak boleh hanya diukur dari keberhasilan untuk membebankan kewajiban pada pihak lain. Pemilihan INCOTERM harus disesuaikan dengan kebutuhan proses jual beli dan tidak dibuat buat.Karena pasar senantiasa mengharapkan harga yang bersaing, akan jauh lebih baik jika delivery cost sudah disatukan dengan harga jual oleh pihak seller.

Eksportir besar akan jauh lebih baik jika memilih terms of delivery yang bisa memaksimalkan tanggung jawab terhadap biaya pengiriman.
Dalam memilih terms of delivery, pihak penjual dan pembeli harus mempertimbangkan biaya resiko dengan baik.

Mungkin itu saja pembahasan yang bisa kami sampaikan mengenai INCOTERM pada kesempatan kali ini. Tentunya masih banyak aspek lain yang harus didalami agar sesuai dengan kebutuhan jual beli yang anda lakukan. Konsultasi dengan para ahli akan jauh lebih dianjurkan untuk menangani kebutuhan perdagangan internasional. Salah satu yang bisa anda pilih mungkin adalah jasa import resmi Jakarta yang merupakan salah satu opsi pengurusan international trading terpercaya saat ini.
Our News Mengenal Incoterm dalam Perdagangan Internasional

Latest Our News

Langkah Tegas Bea Cukai Mengatasi PenyelundupanLangkah Tegas Bea Cukai Mengatasi Penyelundupan
Tindak pidana penyelundupan akan dipenjara selama maksimal 10 tahun ditambah denda sampai 5 miliar rupiah.
Penyelundupan Barang yang Semakin Marak di Indonesia
Kasus penyelundupan kian hari kian bertambah dan ada berbagai jenis barang yang diselundupkan.
Penertiban Impor Borongan Oleh Ditjen BC
Pemerintah mulai untuk melakukan penertiban import boronga yang marak dilakukan.
Logo Kirimanku
Alamat Kami
Jl. Sunter Pulo Kecil Blok A3 No. 4, Rt. 02 Rw. 10, Kel. Sunter Jaya, Kec. Tanjung Priok, Jakarta Utara, DKI Jakarta, 14360
Social Media
Copyright © 2021 - PT Triyasa Cipta Multimoda.,
Jasa Pembuatan Website by IKT